Tentang WONDES

Siomay termasuk jajanan yang sangat populer di Indonesia. Tak hanya populer, ternyata siomay juga mendatangkan peluang bisnis yang menggiurkan. Jika berminat terjun ke usaha ini, ada tawaran kemitraan yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.

Selain bakso, siomay termasuk jajanan favorit masyarakat. Bisa dibilang, jajanan siomay sudah merakyat. Selain harga bersahabat dan mengenyangkan, rasa siomay yang gurih membuat kudapan ini cepat mendapat tempat.

Sajian jajanan yang terbuat dari tepung dan ikan ini biasanya berteman tahu kukus, pare, sayur kol, atau telur rebus. Sebagai pelengkap, sajian siomay disiram dengan bumbu saus kacang plus sedikit perasan jeruk nipis.

Bukan hanya terasa nikmat di lidah, siomay juga bisa mendatangkan peluang usaha yang menjanjikan fulus tak kalah lezat. Makanya, banyak orang tergiur menjajal peruntungan dari berjualan siomay. Dari mulai penjaja keliling dengan memakai sepeda, gerobak, kaki lima, hingga yang kelas resto.

Betul, pemain usaha siomay saat ini sudah tak terhitung. Tapi, jangan khawatir, peluang usaha siomay masih belum tertutup. “Pasar siomay sangat luas, karena hampir semua orang menyukainya,” kata pemilik usaha Siomay Wondes, Supriyanto.

Tak heran, sudah banyak pelaku usaha siomay yang mengembangkan usahanya dengan skema kemitraan. Kalau Anda berminat mencoba usaha siomay ini secara instan, barangkali Anda bisa menimbang-nimbang tawaran mereka.

Kebetulan beberapa pebisnis siomay yang mengincar pasar menengah telah membuka pintu kerja sama investasi. “Kompetitor di pasar menengah ini sedikit,” kata Supriyanto.

Enaknya kalau memulai bisnis dengan skema kemitraan ini, mulai dari bahan baku sampai prosedur penjualan itu sudah disiapkan oleh si pemilik kemitraan. Jadi, Anda tinggal mencari lokasi dan berjualan saja. Berminat? langsung wa saja ke : 082123928727.

Siomay Wondes

Berawal dari usaha di bilangan gading serpong di tahun 2015 saat itu supriyanto masih sebagai MANAGER IT di kampus Surya University membuka warung kecil – kecilan dengan sahabatnya mas IFan Hendra. Usaha patungan yang di jalankan bersama dan akhirnya bangkrut karena masih belum memiliki ilmu yang cukup dalam memanage team dan karena masih di sambi kerja kantoran. Bisnis patungan bangkrut tapi proses bisnis terus berlanjut dengan membuka secara ONLINE atupun offline di hari minggu tepatnya di depan GEREJA  MARIA BUNDA KARMEL Jakarta barat, masih buka sampai saat ini, jam 7.00 – 20.30 di tiap hari minggu. Permintaan terus meningkat dan customer terus bertambah.

Akhirnya di tahun 2017 supriyanto memberanikan diri untuk keluar kerja dan fokus mengembangkan siomay wondes.

Saat ini siomay wondes terus berkembang dengan bertambahnya reseller, mitra, dropshiper dan juga customer secara langsung.

Dengan mengusung konsep bisnis berjamaah (kemitraan) akan lebih mendapatkan keberkahan dan juga kemudahan karena the power marketing of mouth to mouth,  maka dibukalah sistem kemitraaan dan reseller.